Kamis, 11 April 2019

Animasi Carwash & Cafe


Visualisasi desain tempat cuci mobil yang dilengkapi dengan Cafe. Model dibuat dengan menggunakan Sketchup dibantu program twinmotion dan video editor.

Elang Java | Jasa Desain Rumah | Jasa Hitung Struktur | Jasa Gambar IMB | Jasa Gambar 3D

Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
HP : 082227972211,081567611860

Memilih Material Untuk Rangka Atap


Desain Rangka Atap


Banyak jenis material dapat diaplikasikan saat mendesain konstruksi rangka atap, mulai dari kuda-kuda hingga komponen lain, seperti gording, reng, usuk, dan sebagainya. Setiap jenis material memiliki daya tahan dan karakteristik berbeda sehingga penerapannya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa jenis material konstruksi rangka atap yang relatif populer.   

Kayu

Sejak dahulu, material kayu sudah digunakan pada bangunan tradisional. Kayu relatif ringan dan fleksibel serta mudah dibentuk mengikuti desain yang beragam. Jika diekspose kayu menampilkan keindahan alami dan kesan hangat. Panjang kayu terbatas sehingga bentang kuda-kuda yang >4 meter perlu penyambungan. Kayu juga mudah terpengaruh perubahan suhu; dan tidak tahan rayap maupun api. Jenis kayu berkualitas yang dapat dipilih, antara lain jati, meranti, damar laut, dan ulin.

Bambu

Penggunaan bambu sebagai konstruksi rangka atap berangkat dari bangunan tradisional. Selain ringan dan mudah pengerjaannya (dengan sistem pen dan ikatan), bambu tampil estetis dan memberi kesan natural. Namun, agar konstruksi bambu awet dan tahan rayap harus dipilih bambu yang cukup tua dan sudah melalui proses pengawetan yang tepat. Sementara untuk penutup atap harus dipilih material yang cukup ringan, seperti ijuk, dan seng. 

Beton Bertulang

Beton bertulang dapat diterapkan untuk konstruksi kuda-kuda, dan dipadukan dengan material lain untuk komponen atap lain (gording, usuk, danlainnya.). Selain mampu menyediakan bentang lebar, beton relatif lebih kokoh dan stabil. Betonjuga tahan api dan antirayap. Namun, dibutuhkan waktu lebih lama karena harus melewati proses penulangan hingga pengeringan beton. Pembuatan yang tidak sempurna membuat beton berisiko retak dan keropos.

Baja Konvensional

Konstruksi atap dari baja dikenal kokoh, stabil, dan tahan lama. Material baja juga antirayap dan tahan api. Pelapisan antikarat akan menambah keawetan bahan bila terdampak perubahan cuaca. Baja relatif berat sehingga diperlukan teknik dan/atau alat khusus untuk pengangkutan dan perakitan. Namun pemasangannya relatif mudah dan cepat.

Baja Ringan

Konstruksi atap baja ringan belakangan cukup populer. Selain harganya terjangkau, baja ringan relatif mudah dan cepat pengerjaannya (dapat dirakit di lokasi atau sistem fabrikasi). Baja ringan antirayap, tetapi berisiko terserang karat. Oleh karenanya harus dipilih jenis baja ringan yang dilapisi antikarat.


Demikian informasi mengenai material konstruksi rangka atap, semoga dapat memberi gambaran jika Anda berniat membuat desain, membangun atau merenovasi konstruksi atap rumah Anda.


Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
HP : 082227972211,081567611860

Rabu, 10 April 2019

Membuat Desain Rumah Sehat Dan Ramah Lingkungan


Desain Rumah Sehat

Rumah sehat merupakan tempat bernaung yang mendukung sempurnanya kehidupan fisik, rohani, maupun sosial budaya. Sementara rumah ramah lingkungan merupakan rumah yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan (go green) yang turut mengurangi penggunaan sumber daya alam dan harta pribadi baik secara individu maupun kelompok. Lalu bagaimanakah desain rumah sehat sekaligus ramah lingkungan? Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa menjadi panduan.

Cukup Ventilasi Dan Pencahayaan 

Rumah sehat memiliki cukup ventilasi dan pencahayaan alami. Lancarnya sirkulasi udara— termasuk oleh rancangan ventilasi silang—akan membuat ruangan segar karena lembap terantisipasi suplai oksigen tercuukupi. Penyinaran matahari pun turut menjaga kelembapan serta mencegah berkembangnya bakteri dan kuman pembawa penyakit. Aplikasi ventilasi dan pencahayaan alami berpotensi mendukung penghematan energi karena dapat mengurangi konsumsi AC atau penggunaan kipas angin maupun pemakaian lampu.

Aplikasi Material Yang Aman

Desain rumah sehat mengaplikasikan berbagai material yang tidak berbahaya ataupun memicu penyakit serta mendukung kenyamanan dan keamanan—tidak berpotensi menimbulkan kecelakaan. Misalnya, menghindari penggunaanmaterial yang mengandung zat berbahaya; memasang lantai bertekstur/antislip di kamar mandi; membuat ukuran tangga yang ergonomis dan sesuai standar keamanan; dan sebagainya.

Cukup Tersedia Air Bersih

Rumah sehat memiliki cukup air bersih dan sehat (tidak mengandung bahan berbahaya) untuk keperluan memasak dan MCK bagi seluruh anggota keluarga. Selain itu juga ramah lingkungan dengan upaya penghematan air dan terjaganya sumber air bersih (sumur, danlainnya.). Untuk mendukung penghematan air dapat diaplikasikan perlengkapan pintar, seperti keran otomatis, shower, kloset hemat air, danlainnya. Agar sumber air bersih terjaga, diberikan jarak yang tepat antara sumur dan septictank. Sementara untuk menjaga cadangan air tanah dilakukan pembuatan sumur resapan (biopori).

Rumah Berkonsep Sehat


Rumah Dan Lingkungan Bersih

Rumah sehat memiliki ruang dalam dan lingkungan sekitar yang bersih. Sebagai contoh, dapur dan tempat penyimpanan makanan selalu bersih dan higienis; kamar mandi bersih dan tidak lembap; dan tidak ada genangan air di lingkungan rumah. Kebersihan juga terkait erat dengan pengelolaan limbah cair maupun padat. Jadi, saluran air kotor harus dirancang dan dijaga agar tidak tersumbat; di lingkungan rumah disediakan beberapa wadah untuk menampung jenis sampah berbeda—organik, anorganik, elektronik,danlainnya.

Bagaimana? Sudahkah Anda memiliki ide membuat desain rumah sehat serta ramah lingkungan?

Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
HP : 082227972211,081567611860

Selasa, 09 April 2019

Membuat Makin Cantik Rumah Dengan Variasi Cat Dekoratif



Banyak teknik pengecatan dekoratif yang dapat dilakukan dengan cara dan peralatan sederhana.Alah-alih sekadar melapisi dinding ruang dengan warna polos, teknik ini bertujuan mendekorasi ruang dengan hasil pengecatan yang cenderung tidak biasa, unik dan artistik. Yuk, ketahui beberapa teknik cat dekoratif berikut ini!

Sponging

Seperti namanya, teknik sponging menggunakan spons sebagai alat kerja. Spons yang telah dicelupkan ke dalam cat emulsi ditepuk-tepukkan ke permukaan dinding yang dikehendaki. Hasilnya berupa pola bercak sesuai tekstur spons yang digunakan. Pilihan spons dapat berupa spons sintetis atau spons berbahan natural (sea sponge, danlainnya.). Cat emulsi tidak perlu diencerkan.

Ragging

Teknik raggingdilakukan dengan menepuk-nepukkan gumpalan kain bersih ke permukaan cat basah (cat emulsi dicampurlem PVAC putih/Fox). Ada juga cara lain, yaitu terlebih dahulu dinding dilapisi cat dasar; setelah cat mengering tepuk-tepukkan gumpalan kain yang sudah dicelupkan ke dalam cat dekoratif. Sebenarnya teknik ini mirip dengan sponging, hanya berbeda alatnya.

Dragging

Teknik dragging akan menghasilkan pola garis-garis pada dinding. Teknik ini bisa dilakukan sebagai lanjutan penerapan cat polos, yaitu dengan menyapukan kuas bersih pada permukaan cat yang masih basah. Penyapuan dilakukan satu arah dari atas ke bawah tanpa terputus dengan memberi tekanan pada bulu-bulu kuas. Di pasaran tersedia kuas khusus untuk teknik dragging, tetapi dapat juga dipakai kuas berbulu panjang. Untuk menghasilkan garis lebih tebal, cat emulsi dicampur lemPVAC putih.

Colour Washing

Teknik colour washing menghasilkan pola acak sesuai sapuan kuas secara berulang-ulang. Cat yang digunakan diencerkan dengan air; atau dicampur dengan cairan pengkilat (emulsion glaze) dan lem PVAC putih. Penekanan kuas, arah gerakan, dan kekentalan cat akan memengaruhi pola yang didapat.

Combing

Teknik combing yang dilakukan dengan bantuan sisir cat berbahan karet (rubber paint comb) ini dapat menghasilkan beragam pola unik, misalnya polaserat kayu atau spiral.Caranya, dengan menyapukan sisir karet pada permukaan cat basah dengan gerakan tertentu sesuai pola yang diinginkan. Sebaiknya digunakan cat emulsi yang dicampur lem PVAC putih.

Itulah beberapa teknik pengecatan dekoratif. Anda pun dapat menciptakan berbagai pola pengecatan yang unik dan personal karena pada dasarnya, cat dekoratif dihasilkan dari suatu kreativitas.


Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
WA : 082227972211, CALL/SMS : 081567611860

Selasa, 09 Mei 2017

Proses Membuat Desain Rumah Tinggal

Contoh Desain Rumah Tipe 36
Membuat desain rumah tinggal merupakan satu proses membentuk ide-ide serta seni, sehingga terwujudlah gambar rencana dan gambar kerja. Dengan desain ini kita akan mendapatkan bentuk dan tipe rumah yang sesuai dengan keinginan, baik dari segi interior maupun eksterior.

Gambar rencana mencakup gambar denah, gambar tampak depan, gambar tampak belakang, gambar tampak samping, gambar potongan melintang, dan gambar potongan memanjang. Sementara itu, gambar kerja mencakup gambargambar detil dari bentuk gambar rencana. Semakin lengkap gambar-gambar tersebut, semakin mudah pengerjaan pembangunan rumah. Berikut ini contoh desain rumah sederhana Tipe 36 dengan tanah berukuran 10  x 21 meter.

 Desain Rumah Tipe 36

Apakah Anda butuh biro jasa desain rumah ? Anda dapat berkonsultasi seputar desain bangunan dengan kami, caranya silahkan hubungi kami melalui no. kontak yang kami sediakan.

Lingkup pekerjaan kami diantaranya : hitung struktur bangunan, gambar, pemodelan 3D, desain interior, pembuatan RAB, pembuatan gambar persyaratan IMB. Jenis bangunan yang kami tangani mulai dari bangunan rumah tinggal, tempat ibadah hingga bangunan lainnya.

Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
WA : 082227972211,081567611860

Jumat, 16 September 2016

Pingin Bangun Rumah Terkendala Biaya? Manfaatkan Saja KBR

Harga hunian kian lama kian melambung, membuat tak semua orang mampu menjangkau. Lihat saja harga rumah yang ditawarkan di kota-kota besar, bukannya semakin murah namun justru kian melambung. Sebenarnya ada juga perumahan dengan harga yang relatif miring namun masalahnya seringkali kualitas tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Membangun rumah sendiri bisa menjadi solusi jika ingin punya rumah dengan bentuk dan dana yang bisa disesuaikan, namun masalahnya lagi-lagi soal dana yang cekak. Menabung bisa saja menjadi solusi tapi timbul masalah lagi, kian lama harga bahan bangunan dan upah tukang juga makin tinggi. Solusi lain Anda bisa memanfaatkan Kredit Membangun Rumah (KBR).

Jumat, 19 Agustus 2016

Klasifikasi Penggolongan Bangunan Terkait Penertiban IMB

Pemilik atau pengguna bangunan gedung yang berencana mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Ijin ini biasanya dikelompokkan berdasarkan Fungsi Bangunan, yaitu fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial dan budaya, serta fungsi khusus.

(1) Fungsi hunian, yaitu mempunyai fungsi utama sebagai tempat tinggal manusia yang meliputi rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah tinggal susun, dan rumah tinggal sementara.

(2) Fungsi keagamaan, yaitu mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan ibadah yang meliputi bangunan masjid termasuk mushola, bangunan gereja termasuk kapel, bangunan pura, bangunan vihara, dan bangunan kelenteng.

(3) Fungsi usaha, yaitu mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan usaha yang meliputi bangunan perkantoran, perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi, terminal, dan bangunan gudang.

(4) Fungsi sosial dan budaya, yaitu mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan sosial dan budaya yang meliputi bangunan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, kebudayaan, laboratorium, dan bangunan pelayanan umum.

(5) Fungsi khusus, yaitu mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan yang mempunyai tingkat kerahasiaan tinggi tingkat nasional atau yang penyelenggaraannya dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya dan/atau mempunyai risiko bahaya tinggi yang meliputi bangunan untuk reaktor nuklir, instalasi pertahanan dan keamanan, dan bangunan sejenis yang ditetapkan oleh Menteri.

(6) Satu bangunan dapat memiliki fungsi ganda/campuran.

Adapun klasifikasi bangunan sebagai berikut :
Bangunan Klasifikasi Sederhana adalah bangunan dengan karakter kontruksi sederhana dan memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana dan/atau bangunan yang sudah ada disain prototipenya. Masa penjaminan kegagalan bangunannya selama 10 (sepuluh) tahun. Termasuk klasifikasi sederhana, antara lain :
1. Bangunan yang sudah ada desain prototipenya dan/atau yang jumlah lantainya maksimal 2 (dua) lantai dengan luas maksimal 500m2
2. Bangunan rumah tidak bertingkat dengan luas maksimal 70m2
3. Bangunan pelayanan kesehatan seperti puskesmas
4. Bangunan pendidikan tingkat dasar maksimal lanjutan dengan jumlah lantai maksimal
   2 (dua) lantai

Bangunan Klasifikasi tidak sederhana adalah bangunan dengan karakter kontruksi, kompleksitas dan teknologi tidak sederhana. Masa penjaminan kegagalan bangunannya selama 10 (sepuluh) tahun. Termasuk klasifikasi tidak sederhana, antara lain:

1. Bangunan yang belum ada disain prototipenya dan/atau yang jumlah lantainya di atas
2 (dua) lantai dengan luas di atas 500 m2;
2. Bangunan rumah tidak bertingkat, dengan luas di atas 70 m2;
3. Bangunan pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit klas A, B, C dan D
4. Bangunan pendidikan tingkat dasar s.d. lanjutan dengan jumlah lantai di atas 2 (dua)
lantai atau bangunan pendidikan tinggi.

Bangunan klasifikasi khusus adalah bangunan yang memiliki penggunaan dan persyaratan khusu, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya memerlukan penyelesaian dan/atau teknologi khusus. Masa penjaminan kegagalan bangunan minimum selama 10 (sepuluh) tahun.

Fungsi bangunan ganda/campuran adalah bangunan yang mempunyai fungsi utama sebagai rumah tinggal dan tungsi lainnya adalah sebagai sarana jasa dan/atau sarana perdagangan 

Jumat, 12 Agustus 2016

Inilah Persyaratan Mengurus IMB di Kota Solo

Anda berencana mengurus izin mendirikan bangunan alias IMB?  IMB adalah Ijin Mendirikan/ Merubah / Merobohkan Bangunan yang di keluarkan oleh Walikotamadya Kepala Daerah. Sebab itulah setiap daerah kabupaten maupun provinsi punya aturan masing-masing mengenai tata cara permohonan IMB.

IMB sebenarnya ada beberapa macam diantaranya :

Macam Perijinan IMB :
1.  IMB BALIK NAMA
2.  IMB BARU (LANTAI 1)
3.  IMB BARU (BERTINGKAT)
4.  IMB KHUSUS 1 (Menara BTS)
5.  IMB KHUSUS 2 (Menara Roof Top)
6.  IMB KHUSUS 3 (SPBU / SPBE)
7.  IMB KHUSUS 4 (Bangunan bertingkat lebih 4 Lantai)
8.  IMB KHUSUS 5 (Rumah Sakit)
9.  IMB KHUSUS 6 (Bangunan Pemerintah Lanatai 1)
10.IMB KHUSUS 6 (Bangunan Pemerintah Bertingkat)
11.IMB KHUSUS 7 (Tempat Ibadah)
12.IMB KHUSUS 8 (Bangunan Reklame)
13.IMB MEROBOHKAN
14.IMB RENOVASI BERTINGKAT

Lalu apa saja syaratnya untuk mengajukan macam-macam IMB di atas untuk wilayah Kota Solo?. Berikut ini rincian persyaratanya :
1.  IMB BALIK NAMA
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* IMB Lama
2.  IMB BARU (LANTAI 1)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
3.  IMB BARU (BERTINGKAT)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat
4.  IMB KHUSUS 1 (Menara BTS)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
* Gambar Teknis
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Baja
* Dokumen UKL / UPL
* Rekomendasi LANUD Adi Sumarmo
5.  IMB KHUSUS 2 (Menara Roof Top)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Fotocopy IMB Bangunan
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
* Gambar Teknis
* Dokumen Hammer Test
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Baja
* Dokumen UKL / UPL
* Rekomendasi Dishub Propinsi Jawa Tenggah
* Rekomendasi LANUD Adi Sumarmo
6.  IMB KHUSUS 3 (SPBU / SPBE)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat dan Konstruksi Baja
* Dokumen UKL / UPL
* Izin Prinsip Pembangunan SPBU / SPBE dari Pertamina
* Dokumen ANDALALIN Dari DISHUB Kota Surakarta
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
* Persetujuan dari Walikota
7.  IMB KHUSUS 4 (Bangunan bertingkat lebih 4 Lantai)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat dan Konstruksi Baja
* Dokumen UKL / UPL
* Dokumen ANDALALIN Dari DISHUB Kota Surakarta
* Dokumen Soundir Tanah (Dari Lembaga yang Kredibel / Konsultan Perencanaan)
8.  IMB KHUSUS 5 (Rumah Sakit)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat dan Konstruksi Baja
* Dokumen UKL / UPL
* Dokumen ANDALALIN Dari DISHUB Kota Surakarta
* Rekomendasi dari instansi Terkait
9.  IMB KHUSUS 6 (Bangunan Pemerintah Lantai 1)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Formulir Permohonan di Tanda Tangan oleh Pejabat yang berwenang
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
10.IMB KHUSUS 6 (Bangunan Pemerintah Bertingkat)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Formulir Permohonan di Tanda Tangan oleh Pejabat yang berwenang
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
11.IMB KHUSUS 7 (Tempat Ibadah)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat dan Konstruksi Baja
* Surat Dari Kantor Urusan Agama Kota Surakarta
* Surat dari FKUB
12.IMB KHUSUS 8 (Bangunan Reklame)
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan
* Gambar tampak dan potongan gambar
* Gambar dan Perhitungan Konstruksi Bangunan Bertingkat dan Konstruksi Baja
* IMB Lama
* Rincian Anggaran dan Biaya (RAB)
13.IMB MEROBOHKAN
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar situasi bangunan
* IMB Lama
14.IMB RENOVASI BERTINGKAT
* Fotocopy KTP Pemohon / Penanggung Jawab Perusahaan yang masih berlaku
* Fotocopy Sertifikat
* Fotocopy Pelunasan PBB Terakhir
* Gambar denah bangunan dan bangunan pelengkapnya
* Gambar situasi bangunan baru dan lama
* Gambar tampak dan potongan gambar
* IMB Lama
Tarif Retribusi :
Berdasar surat keputusan Walikota Surakarta Nomor 974/049/I/2000, besarnya tarif retribusi IMB adalah 17,5% (per mil) dari nilai bangunan. Untuk bangunan fungsi keagamaan dan fungsi murni sosial budaya dikenakan retribusi sebesar 60% dari nilai retribusi IMB. Untuk merubah bangunan dikenakan sebesar 50% dari retribusi IMB.