Kamis, 11 April 2019

Memilih Material Untuk Rangka Atap


Desain Rangka Atap


Banyak jenis material dapat diaplikasikan saat mendesain konstruksi rangka atap, mulai dari kuda-kuda hingga komponen lain, seperti gording, reng, usuk, dan sebagainya. Setiap jenis material memiliki daya tahan dan karakteristik berbeda sehingga penerapannya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa jenis material konstruksi rangka atap yang relatif populer.   

Kayu

Sejak dahulu, material kayu sudah digunakan pada bangunan tradisional. Kayu relatif ringan dan fleksibel serta mudah dibentuk mengikuti desain yang beragam. Jika diekspose kayu menampilkan keindahan alami dan kesan hangat. Panjang kayu terbatas sehingga bentang kuda-kuda yang >4 meter perlu penyambungan. Kayu juga mudah terpengaruh perubahan suhu; dan tidak tahan rayap maupun api. Jenis kayu berkualitas yang dapat dipilih, antara lain jati, meranti, damar laut, dan ulin.

Bambu

Penggunaan bambu sebagai konstruksi rangka atap berangkat dari bangunan tradisional. Selain ringan dan mudah pengerjaannya (dengan sistem pen dan ikatan), bambu tampil estetis dan memberi kesan natural. Namun, agar konstruksi bambu awet dan tahan rayap harus dipilih bambu yang cukup tua dan sudah melalui proses pengawetan yang tepat. Sementara untuk penutup atap harus dipilih material yang cukup ringan, seperti ijuk, dan seng. 

Beton Bertulang

Beton bertulang dapat diterapkan untuk konstruksi kuda-kuda, dan dipadukan dengan material lain untuk komponen atap lain (gording, usuk, danlainnya.). Selain mampu menyediakan bentang lebar, beton relatif lebih kokoh dan stabil. Betonjuga tahan api dan antirayap. Namun, dibutuhkan waktu lebih lama karena harus melewati proses penulangan hingga pengeringan beton. Pembuatan yang tidak sempurna membuat beton berisiko retak dan keropos.

Baja Konvensional

Konstruksi atap dari baja dikenal kokoh, stabil, dan tahan lama. Material baja juga antirayap dan tahan api. Pelapisan antikarat akan menambah keawetan bahan bila terdampak perubahan cuaca. Baja relatif berat sehingga diperlukan teknik dan/atau alat khusus untuk pengangkutan dan perakitan. Namun pemasangannya relatif mudah dan cepat.

Baja Ringan

Konstruksi atap baja ringan belakangan cukup populer. Selain harganya terjangkau, baja ringan relatif mudah dan cepat pengerjaannya (dapat dirakit di lokasi atau sistem fabrikasi). Baja ringan antirayap, tetapi berisiko terserang karat. Oleh karenanya harus dipilih jenis baja ringan yang dilapisi antikarat.


Demikian informasi mengenai material konstruksi rangka atap, semoga dapat memberi gambaran jika Anda berniat membuat desain, membangun atau merenovasi konstruksi atap rumah Anda.


Informasi & Layanan Online Jasa Desain Rumah
HP : 082227972211,081567611860

0 komentar:

Posting Komentar